Translate
Wednesday, 26 September 2012
Bungkus dan Isi
Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia dan menjemukan bila kita hanya menguras pikiran untuk mengurus BUNGKUS-nya saja dan mengabaikan ISI-nya.
Bedakanlah apa itu "BUNGKUS" nya dan apa itu "ISI" nya.
"Rumah yang indah" hanya bungkus nya; "Keluarga Bahagia" itu isi nya.
"Pesta pernikahan" hanya bungkus nya;
"Cinta kasih, Pengertian, dan Tanggung jawab" itu isi nya
"Kekayaan" itu hanya bungkus nya;
"Hati yang gembira" itu isi nya.
"Kecantikan dan Ketampanan" hanya bungkus nya; "Kepribadian dan Hati" itu isi nya.
"Bicara" itu hanya bungkus nya;
"Kenyataan" itu isi nya.
"Buku" hanya bungkus nya;
"Pengetahuan" itu isi nya.
"Jabatan" hanya bungkus nya;
"Pengabdian dan pelayanan" itu isi nya.
"Pergi ke tempat ibadah" itu bungkus nya; "Melakukan Ajaran Agama" itu isi nya.
Mari belajar untuk lebih meng-UTAMA-kan isinya, namun jangan lupa kita rawat juga bungkusnya
Tuesday, 7 August 2012
Monday, 27 February 2012
Doa dan Takdir
Ada orang sekuler yang mengatakan bahwa 'DOA' adalah bentuk ketidakkberdayaan manusia..
Kita Jangan pernah percaya statement ngawur itu, Karena Doa dalam Islam adalah justru upaya untuk mengubah ketidakberdayaan menjadi kekuatan baru. Coba simak sabda Nabi Muhammad SAW: "Doa itu senjata orang iman, tiang agama, dan cahayanya langit dan bumi" (H.R. Hakim)
Dengan demikian, doa itu menjadi perisai kita dari segenap musibah. Jika perisai doa lebih kuat dari musibah, ia akan menolaknya, dalam hal ini mengubah takdir buruk menjadi baik. .Tetapi jika musibah lebih kuat dari perisai doa kita,maka musibah akan menimpa kita.Dan apabila perisai doa seimbang dengan kekuatan musibah, maka keduanya akan bertarung....
Rasulullah SAW bersabda :
"Tidak ada gunanya waspada menghadapi takdir, namun doa bermanfaat menghadapi takdir sebelum dan sesudah ia turun.Dan sesungguhnya, ketika musibah itu ditakdirkan turun (dari langit),maka akan segera disambut oleh doa (dari bumi), lalu keduanya bertarung sampai hari kiamat" (H.R.Ahmad)
Makna dari sabda diatas intinya penegasan dari sabda Nabi SAW "Tidak ada yang bisa merubah Qodar kecuali Doa".. Meskipun takdir sudah diciptakan jauh sebelum kita dilahirkan, tapi kita diminta sebagai hambaNya untuk selalu berdoa agar takdir yang datang pada kita, sudah kita sambut dengan doa-doa yang selalu dan senantiasa kita panjatkan...Sehingga apabila takdir baik yang datang,maka dengan doa yang kita panjatkan, dengan sendirinya kita akan mampu mengemban amanat mendapat takdir yang baik...begitupun sebaliknya, bila meluncur takdir buruk/musibah datang dari Allah, kemudian sudah kita sambut dengan Doa yang kita panjatkan, maka kita akan kuat dan mampu mengembaan cobaaan/musibah yang diberikan. Jadi sebagai manusia, kita tidak bisa merekayasa Qodar, tapi kita bisa merubah qodar dengan kekuatan doa kita...
Kita tidak ingin musibah jatuh dari pesawat, maka kita rekayasa dengan tidak naik pesawat seumur hidup kita, tapi kalau sudah takdirnya, bukan jatuh dari pesawat, tapi malah ketiban pesawat...
Kita tidak mau anak kita jatuh dari motor, kemudian kita rekayasa dengan tidak memperbolehkan anak kita naik motor...benar dia tidak pernah jatuh sedang setir motor, tapi dia jatuh dibonceng motor, karena memang sudah takdirnya harus jatuh dari motor....
Jadi sekali lagi kuncinya DOA... Kita harus menciptakan Doa menjadi sesuatu kekuatan, tapi bagaimana caranya?
Nah...ketika kita terimpit dan terlilit oleh problematika kehidupan, sesungguhnya yang dapat membuat kita bertahan adalah HARAPAN, dan yang menghilangkan energi hidup kita adalah saat kita kehilangan harapan itu.Maka dengan kita berdoa,sebenarnya kita sedang mendekati sumber dari semua kekuatan, dan apa yang segera terbangun dalam jiwa kita adalah harapan. Harapan itulah yang akan membangunkan KEMAUAN...dan kemauan inilah yang akan berubah menjadi Azam(TEKAD). Inilah gelombang jiwa yang dahsyat.Gelombang yang akan memberi daya dan energi yang dapat menggerakan raga kita untuk bertindak.kalau sudah seperti ini, yang kita perlukan hanyalah mempertemukan kehendak kita dengan kehendak Allah melalui Doa dan Tawakal... "Fa idza azamta fa tawakal allallah" (Al Imran 159).... Seperti itulah doa mempertemukan dua kehendak: Kehenak Allah dan kehendak manusia yang beriman...Itulah kekuatan Maha Dahsyat yang tidak ada satupun mahluk bisa mencegahnya bila kekuatan ini sudah bersatu....
Dengan petikan hadist di atas..ternyata kitalah orang iman yang menjadi pelaku dan sekaligus saksi bertemunya doa kita dengan takdir yang diturunkan Allah...Kita tinggal melihat satu persatu turunnya takdir yang sudah kita doakan...kita ikhlaskan takdir berjalan atas diri kita, kita yakini takdir ini adalah yang terbaik untuk kita...karena kita sudah maksimal berdoa kepada Nya...Pertanyaanya adalah sudah maksimalkah kita berdoa padaNya...Kalau belum,sekaranglah saatnya di tahun yang masih baru ini, kita asah doa kita,kita perbanyak doa kita, kita perkuat azam kita,setelah itu kita ikhlas dan tawakal atas semua takdir yang akan turun satu per satu di tahun ini, dan tahun tahun mendatang....
Selamat Berjuang...
Thursday, 16 February 2012
Pantaskah Sombong
Sungguh Maha Besar, Melihat Ciptaan-Nya saja kita tidak mampu apalagi Melihat ALLOH SWT, Renungkanlah photo di bawah ini semoga kita terhindar dari perbuatan Sombong. Sesungguhnya kita sangat kecil di Mata ALLOH SWT
| Gambar menunjukkan besar bumi dibandingkan dengan planet2 yang ukurannya lebih kecil, yaitu : Venus, Mars, Mercury, dan Pluto |
Ini bumi dibandingkan dengan planet2 yang lebih besar.. Ada Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus
Perhatikan Bumi apabila dibandingkan dengan Matahari.
Apabila dibandingkan dengan Arcturus, Matahari saja sudah terlihat sangat kecil, apalagi Bumi.
Dengan perbandingan diatas tadi, setidaknya kita menjadi sadar betapa kecilnya bumi, apalagi kita sebagai penghuninya. Terbayang jelas jagat raya yang sangat besar pada gambar skala-skala diatas. Bumi kita tidak kelihatan lagi di sini , bahkan matahari hanya sebesar debu.
Antares adalah bintang ke-15 yang paling terang di angkasa. Sebenarnya masih banyak yang lebih besar lagi dari Antares, tapi belum ada bukti dan bahkan satelit huble tercanggihpun belum bisa memotretnya.
Saya sempat berpikir juga… Siapakah kita…?
Layakkah kita sombong dihadapan ALLAH ?
Apakah tujuan hidup kita…?
Apa yang membuat hidup kita, manusia, berharga, mulia dihadapan ALLAH…?
Bumi saja yang menurut kalian besarnya cuma setitik, gimana kalian yang sangat kecil??? jadi.. tidaklah pantas manusia berjalan di atas muka bumi ini dengan sombong terhadap sesama makhluk Allah, apalagi berlaku sombong terhadap Penciptanya, Yang Maha Besar, Allah SWT.
Thursday, 2 February 2012
HalBaru..
Belakangan dengan kesibukan baru, project baru muncul beberapa hal baru yg sebelum nya belum di dengar,
dengan mencoba mendokumentasikannya, semoga menjadi ilmu yg tak akan hilang:
CapEx & OpEx
CApital EXpenditure adalah alokasi yang
direncanakan (dalam budget) untuk melakukan pembelian/perbaikan/penggantian
segala sesuatu yang dikategorikan sebagai aset perusahaan secara akuntansi.
OPerating EXpenditure adalah alokasi yang
direncanakan dalam budget untuk melakukan operasih perusahaan secara normal.
Dengan kata lain operating expenditure (biaya operasi) digunakan untuk menjaga
kelangsungan aset dan menjamin aktivitas perusahaan yang direncanakan
berlangsung dengan baik
Proof of Concept (PoC)
Proof of Concept, atau yang sering di dengar dengan singkatan P.o.C
merupakan sebuah sinopsis dari sebuah metode/cara yang biasanya untuk
memberikan bukti bahwa sebuah sistem dapat di exploit.
atau sebuah prinsip dari suatu metode tertentu / ide yg untuk menunjukkan kelayakan.
yg pada prinsip nya demontrasi yg tujuannya adalah memverifikasi bahwa beberapa konsep atau teori layak di implementasikan.
Subscribe to:
Posts (Atom)





